212news - Kubis merupakan tumbuhan yang masuk ke dalam keluarga sayuran Brassica, mencakup brokoli, lobak, serta kubis Brussel.
Kubis bisa ditemui di berbagai belahan dunia dan seringkali digunakan sebagai komponen dalam masakan serta hidangan sayuran, termasuk juga di Indonesia.
Kubis merupakan jenis sayuran yang padat gizinya dengan banyak vitamin serta zat antosianin yang melimpah. Berdasarkan beberapa studi, terdapat bukti bahwa kubis dapat memberikan berbagai keuntungan bagi kondisi kesehatan seseorang.
Berikut adalah beberapa penyakit yang berpotensi dicegah dengan mengonsumsi sayur kubis:
1. Kanker
Kubis kaya dengan vitamin C, yakni sebuah antioksidan yang sangat kuat dan sudah banyak dikaji untuk mengungkap kemungkinan manfaatnya dalam memerangi sel kanker.
Pada suatu studi tahun 2018 yang terpublikasi dalam jurnal tersebut, disebutkan hal-hal penting tentang topik ini. Molecules, kompound yang terdapat di dalam kol dan tumbuhan sejenisnya cruciferous lainnya dikenal sebagai 3,3′-diindolylmethane.
Kemungkinan Manfaat Kubis dalam Menghambat Kanker Berdasarkan Studi
Komponen kimia ini diprediksi memberikan manfaat dalam pencegahan kanker dan menunjukkkan potensi digunakan sebagai pelindung bagi jaringan normal saat merawat penyakit kanker di kemudian hari.
Selain itu, senyawa sulforaphane Dalam kubis juga dikenal dapat berperan sebagai pencegah kanker dengan potensi besar.
Riset yang dilakukan dalam rentang 30 tahun terakhir dengan konsistensi tinggi telah memperlihatkan bahwa makan sayur memiliki manfaat baik. cruciferous, Termasuk kubis yang terkait dengan penurunan risiko mengidap kanker.
2. Tekanan darah tinggi
Kubis merupakan jenis sayuran yang mengandung banyak kalium, zat yang dikenal bisa mendukung penurunan tekanan darah tinggi. Kubis berwarna merah jadi menjadi salah satu sumber kalium yang bagus, menyediakan sekitar 9% kebutuhan nutrisi harian dalam setiap porsi senilai 178 gram.
Dilansir dari laman Cleveland Clinic Kalium merupakan mineral serta elektrolit yang berperan dalam pengaturan tekanan darah pada tubuh.
Kalium mampu membatasi tingkat tekanan darah Anda, yang pada gilirannya dapat mengurangi kemungkinan terserang sakit jantung.
Kalium sebagai mineral serta elektrolit esensial yang diperlukan oleh tubuh untuk bekerja optimal, memiliki peran dalam pengendalian tekanan darah dengan menetralisir dampak dari natrium di dalam tubuh.
Kalium berfungsi dalam proses penghilangan sodium ekstra lewat urine. Selain itu, kalium juga memiliki peran dalam melemaskan otot-otot pembuluh darah, sehingga dapat menekan tekanan darah.
3. Penyakit jantung
Kubis merah memiliki zat aktif bernama antosianin, sebuah pigmen tanaman yang merupakan bagian dari kelompok flavonoid.
Dikutip dari laman Healthline, Banyak studi sudah mengidentifikasi kaitan antara konsumsi makanan yang tinggi dalam pigmen tersebut dengan pengurangan resiko terkena penyakit jantung.
Salah satu studi dari tahun 2013 yang mencakup partisipasi sebanyak 93.600 perempuan, para ilmuwan menemukan bahwa individu yang mengonsumsi makanan tinggi akan senyawa antosianin cenderung memiliki peluang lebih kecil untuk terkena serangan jantung.
Penelitian lain dari penganalisaan terhadap 15 studiobservasional juga menghasilkan temuan sejalan, menunjukkan bahwa meningkatnya konsumsi flavonoid berhubungan dengan penurunan risiko kematian karena penyakit jantung secara signifikan.
Kubis memiliki lebih dari 36 jenis pigmen antosianin yang kuat, sehingga menjadi pilihan luar biasa bagi kesehatan jantung.
4. Kolesterol tinggi
Kubis memiliki dua komponen yang telah dibuktikan dapat menurunkan tingkat kolesterol buruk (LDL), yaitu serat soluble dan sterolet tanaman.
Serat yang dapat larut sudah terbuktikan efektif dalam mengurangi tingkat kolesterol buruk lewat proses penjernihan kolesterol pada usus sebelum dicegah untuk terserap kedalam aliran darah.
Kubis juga memiliki senyawa bernama pitoserol yang dapat memperkecil kadar kolesterol buruk melalui penghambatan penyerapan kolesterol dalam sistem pencernaan.
Di samping itu, kubis merah memiliki zat kuat bernama antosianin. Peningkatan konsumsi antosianin dalam diet telah ditunjukkan bisa mengurangi tekanan darah serta tingkat kolesterol jahat LDL.
5. Masalah pencernaan
Kubis mengandung banyak serat tak larut yang baik untuk pencernaan. Jenis karbohidrat ini tidak bisa diproses dalam usus.
Mengutip laman Health.com, Dua porsi kubis parut segar tanpa dimasak memiliki jumlah serat mendekati 4 gram. Anjuran konsumsi serat bagi orang dewasa adalah antara 21-38 gram per hari.
Memakan sawi bisa membantu Anda untuk meningkatkan asupan serat pada diet sehari-hari.
Serat tak larut dari sayuran kol mendukung kesehatan saluran cerna dengan meningkatkan volume kotoran dan memperlancar proses pembuangan tinja yang rutin.
Serat juga berfungsi untuk membuat Anda tetap kenyang lebih lama. Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti kubis bisa membantu meredakan konstipasi, mengontrol kadar gula darah, memperbaiki kesehatan saluran pencernaan, serta menurunkan level kolesterol secara keseluruhan.